Jumat, 08 Mei 2009

Gaya Berat

Dalam percakapan sehari-hari, sering kita dengar istilah berat. Misalnya “Amir disuruh ibunya membeli gula yang beratnya 2 kg.” Dalam fisika, kata yang dimaksudkan oleh ibu Amir seharusnya adalah massa, yaitu jumlah zat yang terkandung dalam suatu benda (selalu tetap di manapun berada).

Lalu apakah berat itu? Berat suatu benda adalah massa suatu benda yang dipengaruhi oleh percepatan gravitasi bumi, di tempat yang gravitasinya berbeda berat benda akan berubah.

Berdasarkan Hukum II Newton, berat benda dirumuskan:w = m.g

di mana
w = gaya gravitasi bumi pada benda atau berat benda dalamNewton
m = massa benda, dalam kg
g = percepatan gravitasi bumi yang besarnya 9,8 ms-2 kadang-kadang untuk memudahkan dibulatkan menjadi 10 ms-2

Makin jauh dari bumi percepatan gravitasi bumi makin kecil, sehingga berat roket pada saat di A lebih besar dibandingkan roket di B.



Gambar 2.5. Roket di atas Bumi.

Semua benda yang berada di atas permukaan bumi pada jarak tertentu dari pusat bumi akan mengalami gaya gravitasi yang dinamakan gaya berat w. Gaya berat w kedudukannya pada pusat massa benda itu dan arahnya menuju pusat bumi.

Prinsip gaya berat ini digunakan dalam geofisika. Sebagai metode untuk mencari informasi fisika di bawah permukaan bumi.

Spectral Broadening

Spectral Broadening adalah teknologi mutakhir yang dimiliki oleh CGG (Salah satu software-nya adalah BOOST) yang digunakan untuk meningkatkan amplitudo data seismik pada rentang frekuensi tertentu. Prinsip dasar Spectral Broadening ditunjukkan pada gambar di bawah ini:



Courtesy CGG World

Inti Spectral Broadening terlihat pada gambar atas-kanan, dimana kita harus men-design spectrum data seismik baru sehingga memiliki amplitudo yang lebih tinggi pada kisaran frekuensi tertentu (merah/Enhanced Seismic)-bandingkan dengan spectrum seismik input (hitam) dimana amplitudonya lebih rendah pada rentang frekuensi tersebut. Lalu spectrum yang di-design pada tahapan ini diterapkan sebagai filter pada data seismik input untuk memperoleh data seismik yang telah di-Spectral Broadening.

Tentu saja kita dapat men-design spectrum sesuai dengan karakter yang kita kehendaki, sebagai contoh jika kita ingin mempertajam data seismik dengan rentang frekuensi rendah maka yang amplitudo yang di-enhance adalah pada rentang ini.

Gambar dibawah ini menunjukkan perbandingan data seismik input (kiri) dan setelah Spectral Broadening (kanan), perhatikan reflektor-reflektor yang lebih jelas serta muncul dengan baik pada setiap kotak merah.



Courtesy CGG World

Gambar di bawah ini menunjukkan penarikan horizon base M1-Sand yang lebih pasti pada Spectral Broadening data, dibandingkan dengan penarikan pada data originalnya yang lebih ambigu.



Courtesy CGG World

Demikian juga Spectral Broadening bekerja dengan baik untuk meningkatkan dan mempertajam karakter stratigrafi seperti yang terlihat pada slice data seismik dibawah ini:



Courtesy CGG World
 
(c) free template