Tampilkan postingan dengan label seismik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label seismik. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Mei 2009

Spectral Broadening

Spectral Broadening adalah teknologi mutakhir yang dimiliki oleh CGG (Salah satu software-nya adalah BOOST) yang digunakan untuk meningkatkan amplitudo data seismik pada rentang frekuensi tertentu. Prinsip dasar Spectral Broadening ditunjukkan pada gambar di bawah ini:



Courtesy CGG World

Inti Spectral Broadening terlihat pada gambar atas-kanan, dimana kita harus men-design spectrum data seismik baru sehingga memiliki amplitudo yang lebih tinggi pada kisaran frekuensi tertentu (merah/Enhanced Seismic)-bandingkan dengan spectrum seismik input (hitam) dimana amplitudonya lebih rendah pada rentang frekuensi tersebut. Lalu spectrum yang di-design pada tahapan ini diterapkan sebagai filter pada data seismik input untuk memperoleh data seismik yang telah di-Spectral Broadening.

Tentu saja kita dapat men-design spectrum sesuai dengan karakter yang kita kehendaki, sebagai contoh jika kita ingin mempertajam data seismik dengan rentang frekuensi rendah maka yang amplitudo yang di-enhance adalah pada rentang ini.

Gambar dibawah ini menunjukkan perbandingan data seismik input (kiri) dan setelah Spectral Broadening (kanan), perhatikan reflektor-reflektor yang lebih jelas serta muncul dengan baik pada setiap kotak merah.



Courtesy CGG World

Gambar di bawah ini menunjukkan penarikan horizon base M1-Sand yang lebih pasti pada Spectral Broadening data, dibandingkan dengan penarikan pada data originalnya yang lebih ambigu.



Courtesy CGG World

Demikian juga Spectral Broadening bekerja dengan baik untuk meningkatkan dan mempertajam karakter stratigrafi seperti yang terlihat pada slice data seismik dibawah ini:



Courtesy CGG World

Selasa, 10 Juni 2008

AVO

AVO didasarkan atas prinsip perubahan amplitudo yang bergantung terhadap offset yang dibentuk oleh jarak geofon dan titik tembak. Analisa AVO sendiri didasarkan atas teorema koefisien refleksi sebagai fungsi offset yang mulai dikenalkan oleh Zoepprits pada tahun 1919 dan mengalami simplifikasi dengan tujuan untuk memudahkan perhitungan di dalam pemodelan ampitudo, yang mana amplitudo merupakan ukuran besar kecilnya koefisien refleksi. Secara umum gelombang yang melalui suatu interface yang membatasi dua lapisan akan mengalami penurunan amplitudo seiring bertambahnya offset. Anomali AVO terjadi ketika adanya gas pada lapisan reservoir yang menyebabkan amplitudo menguat seiring bertambahnya offset.

Jumat, 02 Mei 2008

Inversi

Inversi adalah proses pemodelan geofisika yang dilakukan untuk memprediksi informasi sifat fisis bumi berdasarkan informasi rekaman seismik yang diperoleh. Menurut Sukmono (1999), Inversi seismik merupakan suatu teknik untuk menggambarkan model geologi bawah permukaan menggunakan data seismik sebagai masukan dan data log sebagai pengontrol. Saat ini inversi seismik telah banyak mengalami perkembangan sehingga inversi tidak hanya bisa dilakukan pada data post stack tetapi juga dapat dilakukan pada data pre-stack seperti yang diterapkan pada inversi seimik.

Pada dasarnya perekaman data seimik merupakan pemodelan maju (forward modelling), data seismik yang terekam merupakan hasil konvolusi antara deret koefisien refleksi bumi dengan wavelet sumber. Sedangkan inversi seismik merupakan kebalikan dari proses di atas. Inversi seismik berusaha menghilangkan efek wavelet sumber yang diprediksi pada data seismik sehingga diperoleh data koefisien refleksi dari perlapisan bumi.
Tujuan utama inversi data seismik adalah untuk melihat seberapa besar penyebaran lateral properti batuan melalui data log dengan perantara data seismik (Russell, B.H., 1988).
 
(c) free template