Selasa, 10 Juni 2008
AVO
AVO didasarkan atas prinsip perubahan amplitudo yang bergantung terhadap offset yang dibentuk oleh jarak geofon dan titik tembak. Analisa AVO sendiri didasarkan atas teorema koefisien refleksi sebagai fungsi offset yang mulai dikenalkan oleh Zoepprits pada tahun 1919 dan mengalami simplifikasi dengan tujuan untuk memudahkan perhitungan di dalam pemodelan ampitudo, yang mana amplitudo merupakan ukuran besar kecilnya koefisien refleksi. Secara umum gelombang yang melalui suatu interface yang membatasi dua lapisan akan mengalami penurunan amplitudo seiring bertambahnya offset. Anomali AVO terjadi ketika adanya gas pada lapisan reservoir yang menyebabkan amplitudo menguat seiring bertambahnya offset.
Jumat, 02 Mei 2008
Inversi
Inversi adalah proses pemodelan geofisika yang dilakukan untuk memprediksi informasi sifat fisis bumi berdasarkan informasi rekaman seismik yang diperoleh. Menurut Sukmono (1999), Inversi seismik merupakan suatu teknik untuk menggambarkan model geologi bawah permukaan menggunakan data seismik sebagai masukan dan data log sebagai pengontrol. Saat ini inversi seismik telah banyak mengalami perkembangan sehingga inversi tidak hanya bisa dilakukan pada data post stack tetapi juga dapat dilakukan pada data pre-stack seperti yang diterapkan pada inversi seimik.
Pada dasarnya perekaman data seimik merupakan pemodelan maju (forward modelling), data seismik yang terekam merupakan hasil konvolusi antara deret koefisien refleksi bumi dengan wavelet sumber. Sedangkan inversi seismik merupakan kebalikan dari proses di atas. Inversi seismik berusaha menghilangkan efek wavelet sumber yang diprediksi pada data seismik sehingga diperoleh data koefisien refleksi dari perlapisan bumi.
Tujuan utama inversi data seismik adalah untuk melihat seberapa besar penyebaran lateral properti batuan melalui data log dengan perantara data seismik (Russell, B.H., 1988).
Pada dasarnya perekaman data seimik merupakan pemodelan maju (forward modelling), data seismik yang terekam merupakan hasil konvolusi antara deret koefisien refleksi bumi dengan wavelet sumber. Sedangkan inversi seismik merupakan kebalikan dari proses di atas. Inversi seismik berusaha menghilangkan efek wavelet sumber yang diprediksi pada data seismik sehingga diperoleh data koefisien refleksi dari perlapisan bumi.
Tujuan utama inversi data seismik adalah untuk melihat seberapa besar penyebaran lateral properti batuan melalui data log dengan perantara data seismik (Russell, B.H., 1988).
Langganan:
Komentar (Atom)
